Setelah hampir satu tahun yang lalu tepatnya Agustus 2018 berlibur ke Jogja, akhirnya saya bisa menyambangi Jogja kembali dibulan Juni ini karena ada undangan pernikahan salah satu teman kantor. Selalu suka rasanya saat berkunjung ke Jogja, dan untuk yang kali ini saya ingin sedikit bercerita tentang beberapa kuliner khas Jogja yang didatangi dalam kunjungan singkat kali ini.

Soto Bathok

Soto Bathok menjadi destinasi sarapan kami di Jogja . Menggunakan flight pertama dari Jakarta, kami landing kira-kira pukul 6 pagi dan karena perut sudah lapar langsung saja menuju tempat makan rekomendasi salah satu teman saya, yaitu Soto Bathok Mbah Karto. Jarak dari bandara Adi Sucipto ke tempat soto ini tidak terlalu jauh hanya sekitar 3,4 km.

Saya baru sadar ternyata soto disini disajikan menggunakan bahan dari batok kelapa, itulah sebab mengapa dinamakan “Soto Bathok”. Harga satu porsi soto ini SANGAT murah, yaitu Rp. 5.000 saja! Tentu satu porsi tidak akan cukup untuk mengisi perut yang sudah lapar karena tidak dapat hot meal dari pesawat, ehehe.

Soto Bathok

Untuk rasanya sendiri, menurut saya enak walau masih juara sotonya Pak Darno di Semarang. Selain sensasi memakan soto dari bathok kelapa, ternyata tempat makan ini berada di tepi sawah (bukan Bebek Tepi Sawah). Yang mana membuat suasana makan menjadi lebih nyaman, terlebih saat matahari belum memanas.


Mangut Lele Mbah Marto

Setelah sarapan pagi soto, untuk makan siangnya kami diajak untuk makan lele yang katanya pernah masuk salah satu televisi nasional dan menjadi tujuan kuliner di Jogja, yaitu Mangut Lele Mbah Marto. Lokasinya sendiri cukup jauh dari pusat kota Jogja dan agak nyempil dari jalan raya, berada di daerah perumahan warga.

Nah yang saya suka ‘hanya’ karena bisa mendapat beberapa foto yang instagrammable seperti berikut:

Mangut Lele

Urusan rasa, memang bukan selera saya karena ternyata rasanya pedas! Ya sekedar mencoba sih tak masalah. Dan harga semua makanan dipatok sama per piring yaitu Rp. 25.000


Tempo Gelato

Salah satu tempat hits yang ada di jalan raya Kaliurang yaitu Tempo Gelato. Tempat yang tidak pernah sepi dikunjungi baik oleh wisatawan luar Jogja maupun orang Jogja sendiri. Gelato disini tersedia dalam berbagai macam rasa, dari rasa yang basic seperti vanilla, coklat, strawberry sampai ke varian rasa buah naga, kiwi, tirasimu dan masih banyak rasa lainnya. Harganya sendiri berbeda-beda, mulai dari 25ribu untuk cup kecil, sampai 115.000 untuk size besar dengan 5 varian rasa.

Gelato 2 Rasa
Ambiance inside

Gudeg Pawon

Last but not least, yaitu Gudeg Pawon yang terkenal sekali di Jogja. Gudeg ini jauh dari ekspektasi awal saya yang membayangkan bahwa Gudeg Pawon bertempat di sebuah restoran besar yang bisa menampung banyak orang. Ternyata hampir kebalikannya! Gudeg ini dijual di sebuah dapur rumah sederhana di Jalan Janturan Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Jam bukanya pun unik yaitu mulai 21.30 (kami mengantri sekitar 1 jam) dan kalau lagi rame hanya cukup dalam waktu 2 jam semua menu sudah ludes terjual.

Antrian Gudeg Pawon

Selain itu, gudeg disini dimasak dengan cara tradisional yaitu menggunakan tungku api dan pembeli langsung mengantri dari dapurnya. Jadi kita bisa sambil melihat proses pembuatannya secara langsung (walau bikin panas karena didalam ruangan dapur yang kecil). Buat rasa, jujur ini enak banget, apalagi disantap selagi hangat, nikmatnya maknyuss. Tapi bagi saya pribadi, cukup sekali ini saja ikutan mengantri panjang demi Gudeg Pawon, buat yang penasaran bisa coba sendiri sensasinya!

Dapur Tradisional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *