Bismillahirrahmanirrahim.

Setelah bertahun-tahun tertunda, akhirnya saya mencoba untuk menyelesaikan tulisan ini. Melanjutkan tulisan pada part 1, lanjut saja saya bercerita tentang pengalaman saya mengurus surat nikah sendiri di Kantor Urusan Agama (KUA) tempat tinggal istri.

3. Surat Pernyataan Belum Menikah

Di KUA ada yang mensyaratkan Surat Pernyataan Belum Menikah bagi CPP. Surat ini bisa diurus berbarengan dengan mengurus surat pengantar nikah mulai dari RT sampai kelurahan yang berisi pernyataan bahwa CPP belum menikah supaya status CPP dapat diketahui dengan jelas.

4. Mendaftarkan Berkas di KUA Tempat Berlangsung Akad Nikah

Setelah mendapat surat pengantar nikah dari KUA asal kita, selanjutnya yaitu mendaftar di KUA tempat kita akan melaksanakan pernikahan. Bisa jadi di KUA tempat tinggal CPW (kalau akad nikah dilaksanakan di kediaman CPW atau di tempat lain yang masih satu kecamatan dengan tempat tinggal CPW) atau KUA lokasi akad nikah berlangsung (misal kecamatan tempat tinggal CPW yaitu kecamatan A, namun akad nikah berlangsung di kecamatan B).

Disini daftarnya bareng-bareng setelah berkas CPP dan CPW lengkap, mungkin bisa juga secara paralel apabila memungkinkan. Saran saya supaya tidak ada berkas yang kurang, sebaiknya datangi dulu KUA tempat berlangsung akad dan tanyakan apa saja persyaratan yang dibutuhkan karena bisa saja KUA tiap daerah memiliki kebijakan tersendiri sehingga CPP tidak perlu bolak-balik mengurus kekurangannya dan bisa menghemat waktu. Apabila diringkas berikut dokumen dan persyaratan yang dikumpulkan di KUA tempat berlangsungnya akad nikah:

  1. Pas foto CPP dan CPW ukuran 2×3 dan 4×6 masing-masing 5 lembar berlatar belakang biru.
  2. Surat pengantar nikah dari kelurahan asal CPW (cara mengurusnya sama dengan yang CPP).
  3. Dokumen-dokumen CPW (FC KTP, surat N1, N2 & N4, FC Akta kelahiran, FC Kartu Keluarga, Ijazah pendidikan terakhir, siapkan saja FC buku nikah orang tua kalau diperlukan.).
  4. Dokumen-dokumen CPP (FC KTP, surat numpang nikah, surat N1, N2 & N4, surat pernyataan belum menikah bermaterai, FC akta kelahiran, FC Kartu Keluarga, Ijazah pendidikan terakhir).
  5. FC KTP orang tua/ wali CPP dan CPW.
  6. FC KTP saksi nikah CPP dan CPW.
  7. Bukti vaksin TT dari puskesmas untuk CPW.
  8. Meterai 10.000, siapkan setidaknya 3 lembar.

*lebih baik konfirmasi lagi ke KUA setempat untuk memastikan persyaratan yang diperlukan

Setelah dokumen lengkap, dilanjutkan proses registrasi dengan mengisi informasi detail pada form yang disediakan KUA. Selesai mengisi form dilanjutkan dengan proses verifikasi dari pihak KUA (bisa dengan penghulu atau petugas KUA lainnya) dengan tanya jawab serta termasuk jenis dan besaran mahar nikah nanti. Dilanjutkan dengan memilih tanggal pernikahan, biasanya penghulu sudah punya jadwal menikahkan calon pengantin lain, bisa jadi di tanggal rencana pernikahan kita sudah ada yang booking jadi jangan sampai telat mendaftar ya! Apabila semuanya sudah selesai, maka KUA akan memberikan lembar pembayaran untuk kita bayarkan di bank HIMBARA.

5. Membayar Biaya Nikah

Last but not least, jika pernikahan dilaksanakan di luar KUA, maka harus membayar biaya nikah sebesar Rp. 600.000,00 yang dibayarkan kepada negara melalui bank HIMBARA melalui teller, namun bila menikah di kantor KUA biayanya NOL alias gratis. Apabila pembayaran sudah selesai segera kembali ke kantor KUA untuk divalidasi bukti setornya dan rencana pernikahan kita dicatatkan secara resmi oleh KUA setempat. Finish! Alhamdulillah!


Tips:

  • Jangan menunda-nunda untuk mendaftar ke KUA supaya tidak kedahuluan orang
  • Apabila diminta uang oleh petugas KUA diluar biaya resmi, sebaiknya menolak dengan baik-baik karena aturannya sudah jelas tidak ada pungutan apa-apa lagi
  • Sampaikan dengan lengkap kepada penghulu atau petugas KUA detail lokasi pernikahan, jam pelaksanaan akad, hingga mekanisme penjemputan penghulu
  • Double check data-data yang diisikan pada form registrasi, jangan sampai ada salah tulis/ typo supaya tidak repot dikemudian hari
  • Jangan lupa minta nomor hp penghulu kita supaya memudahkan koordinasi saat menjelang acara nanti

Kira-kira seperti itu pengalaman pribadi mengurus pendaftaran pernikahan di KUA, memang perlu effort tenaga, pikiran dan biaya. Namun jalankan saja semuanya dengan ikhlas dan niatkan untuk menuju ibadah yang mulia dan terlama, yaitu pernikahan. Semoga niat lurus kita semua untuk menikah dimudahkan oleh Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Aamiin.

Sah? Saaah~

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *