Sudah lama sekali saya tidak posting di laman blog ini. Dari awal Jakarta PSBB, hingga akhirnya kota ini PSBB kembali baru timbul hasrat untuk menulis.

Sedikit cerita, tahun 2020 ini memang banyak hal yang tidak terduga sebelumnya. Pandemi COVID-19 yang telah berlangsung berbulan-bulan di Indonesia mungkin akan menjadi cerita bagi generasi mendatang bahwa betapa dahsyatnya gejolak ekonomi-sosial yang ditimbulkan dari bencana kesehatan ini. Tidak sedikit dunia usaha berjuang menghadapi tantangan terbesar (mungkin abad ini?) untuk survive bertahan hidup dan tidak sedikit pula yang akhirnya pupus dihantam ‘badai’.

Gelombang PHK di beberapa sektor usaha tak terhindarkan, merumahkan pegawai hingga penawaran pensiun dini menjadi upaya-upaya yang diambil banyak perusahaan untuk dapat bertahan dan saya sendiri bersyukur masih tetap dapat bekerja hingga saat ini.

Siapa sangka, awal tahun masih dapat berleha-leha dan merencanakan trip travelling ke tempat-tempat keren untuk musim liburan di tahun 2020, namun semua sirna dalam hitungan 3 bulan pertama tahun ini. Ya, semua dipaksa untuk tetap berada di dalam rumah, demi kebaikan bersama. Dimana kita ikut bela negara dengan cara ‘rebahan’.

Berubah!

Ya manusia bisa bertahan dengan berubah. Dinamis mengikuti tantangan zaman agar dapat tetap hidup. Siapa sangka semua hal dipaksa untuk beralih dari offline ke online mulai dari bekerja, sekolah, belanja, pengajian, hingga mengurus segala perizinan pun dilakukan secara daring. Hal ini cukup ‘memaksa’ orang untuk berubah ke dunia digital mau tidak mau, suka tidak suka, baik tua maupun muda.

Tahun ini pun beberapa unicorn ternama di Indonesia saja harus melakukan penyesuaian lini bisnis karena ter-disrupsi oleh perubahan yang sangat mendadak ini dan mungkin ada pula yang akan gulung tikar, apalagi perusahaan-perusahaan non startup/unicorn yang mungkin masih tertinggal dari segi teknologi maupun SDM-nya. Jangankan bicara Microsoft Teams, Zoom, Google Meet, orang bertukar informasi saja masih lewat secarik kertas yang di tanda tangani atasan untuk bawahannya instead of using email? *yup, it still happen in some ‘well known’ company.

Secercah harapan tiba-tiba datang dalam suatu webinar yang diadakan oleh Kementrian BUMN dimana di Indonesia ternyata masih butuh banyak sekali skilled worker untuk mengisi tempat-tempat di beberapa industri strategis yang juga menjadi master plan pembangunan SDM di era pemerintahan kita sekarang ini namun realitanya supply tenaga kerja yang skilled and qualified di negara kita ini masih di bawah dari jumlah yang dibutuhkan. Itulah mengapa semangat pemerintah untuk meningkatkan skilled worker nagi anak bangsa dengan berbagai program pelatihan pra-kerja secara daring berafiliasi dengan start-up atau penyedia jasa yang kompeten .

Hal ini menyadarkan saya untuk terus meng-upgrade kualitas diri, baik hardskill, softskill dan attitude saya karena di luar sana ada sebuah harapan baru di balik situasi yang mengkhawatirkan ini. Yakinlah pandemi ini tidak akan selamanya, dan akan menumbuhkan harapan dan semangat baru. Kita doakan semoga keadaan dapat kembali ‘normal’ seperti sediakala.

Saya mau berubah, kamu?

p.s. Photo by Remy_Loz on Unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *