Jalan-jalan ke Malaysia tapi tidak sampai satu hari penuh? Ya itu saya alami sendiri waktu weekend getaway ke Kuala Lumpur di minggu terakhir bulan September 2019. Tujuan utama saya sebetulnya untuk “bertemu” sama Papah yang kebetulan ikut event Kuala Lumpur Marathon 2019 dan saya pikir ini kesempatan juga untuk bisa pergi ke Kuala Lumpur (soalnya saya tidak ada interest sebelumnya untuk mengunjungi Kuala Lumpur).

Dari Jakarta saya menggunakan flight GA860 CGK-KUL 0830 LT dengan menempuh perjalanan selama kurang dari 2.5 jam. Sesaat sebelum landing, saya memperhatikan layout tata kota di sekitar Kuala Lumpur International Airport (KLIA) yang sepertinya pusat pemerintahan Malaysia, yakni kota Putrajaya yang begitu rapih dan terlihat sangat terkonsep dengan baik.

KLIA – Kuala Lumpur

Kuala Lumpur International Airport (KLIA) 1 khusus penerbangan non-LCC (low cost carrier) dan untuk penerbangan internasional. Garuda Indonesia dan Lion Air disini gatenya bersebelahan dalam terminal yang sama. Untuk sampai ke terminal kedatangan dan imigrasi, kita perlu naik skytrain terlebih dahulu.

Setelah keluar dari imigrasi dan custom, ada beberapa alternatif pilihan untuk mencapai Kuala Lumpur City Center/ KLCC, yaitu taksi, grab, bis eksekutif, bis umum dan kereta express. Beberapa biaya transportasi yang ada:

  • Bis umum : RM 12 atau RM 15
  • KLIA Transit/ kereta express : RM 55
  • Grab/taksi : RM 120-an

Kalau tidak terburu-buru atau mendesak saya sarankan naik bus umum saja karena paling murah dan waktu tempuh ke KL Sentral sekitar 90 menit.

KL Sentral

Kuala Lumpur punya pusat transportasi yang terintegrasi satu dengan lainnya yaitu KL Sentral. Disini kamu bisa berpindah dari satu moda ke moda transportasi lainnya dengan mudah, mulai dari bus, LRT dan kereta bandara pun ada disini. Selain pusat transit, KL Sentral ini pun terhubung dengan Mall NU Sentral.

Petronas Twin Tower

Kalau seorang turis ke Malaysia atau Kuala Lumpur belum afdhol kalau belum ke menara kembar Petronas yang ada di KLCC. Dari KL Sentral sebetulnya bisa menggunakan LRT langsung ke KLCC maupun pakai Grab supaya mudah namun sedikit costly.

Di bagian belakang Petronas Twin Tower ini ada taman dengan air muncrat sebagai tempat orang-orang berkumpul dan juga melakukan berbagai aktivitas seperti jogging. Suasana sore hari di tempat ini begitu hidup dan cukup ramai dikunjungi baik warga Malaysia sendiri maupun turis mancanegara. Selain twin tower, di bawahnya juga berdiri sebuah mall yang cukup besar dan ramai. Disana kamu bisa belanja mulai dari alat-alat kecantikan, brand-brand fashion kelas wahid, hingga bersantai sore di cafe yang menghadap ke arah taman.

Chinoz Cafe
Taman Air Muncrat

Di Petronas Twin Tower ini turis bisa naik sampai lantai yang ada jembatan penghubung antara dua tower ini! Tapi harga tiket masuknya cukup mahal sekitar RM 85 / tiket atau sekitar Rp. 292.000 untuk sekali naik dan perharinya jumlah wisatawan yang boleh naik dibatasi.

Keliling KLCC

Berhubung saya tidak ikut Kuala Lumpur Marathon 2019 (hanya papah dan tetangga yang ikut), akhirnya saya memutuskan untuk berfoto-foto disekitaran garis start/finish sambil menghabiskan waktu untuk pulang ke bandara KLIA.

Start 10km

Cukup menyenangkan sih melihat-lihat ambience di Kuala Lumpur ini sambil berfoto-foto dan mencoba naik LRT. Sistem LRT di Malaysia ternyata pakai sistem koin elektronik yang harus dibayar secara manual di mesin tiket yang ada di tiap stasiun, tidak seperti di Singapura atau Jepang yang semuanya sudah menggunakan e-money.

Stasiun LRT Bandaraya

Pulang lagi ke Jakarta

Beneran ini perjalanan ke luar negeri saya yang paling singkat! Tidak lebih dari 24 jam saya berada di Malaysia dan tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 dimana saya harus bergegas kembali ke bandara KLIA untuk mengejar pesawat saya ke Jakarta dengan GA861.

Karena sedang banyak penutupan jalan yang merupakan dampak dari event lari ini, saya putuskan untuk menggunakan KLIA Transit yang harga tiketnya RM55 (Rp.292.000,00) sekali jalan, daripada saya tertinggal pesawat karena kena macet di jalan raya.

Ada kejadian yang pernah saya alami juga di Changi Airport, yaitu saya dengan percaya diri jalan ke gate tempat saya berada, dan saat telah hampir mencapai ujungnya saya salah arah! Ya harus putar balik lagi setelah bertanya kepada cleaning service untuk menanyakan arah ke gate C23 yang ternyata harus menggunakan kereta antar terminal.

Ya walaupun ada sedikit drama, tetapi short escape saya ke Kuala Lumpur kali ini cukuplah untuk pengalaman kalau mau kesini lagi dengan tujuan tertentu (baca: jastip). See you next time, KL!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *