Beberapa waktu lalu tidak sengaja melihat postingan di instagram salah satu teman saya yang berkunjung ke Perpustakaan Nasional ini, yang ada di benak saya “Waw” ternyata di Jakarta ada perpustakaan keren nan modern. Jujur aja saya bukan orang yang “kutu buku” tetapi saya penasaran ada apa aja sih di dalam Perpustakaan Nasional Republik Indonesia ini?

Gedung Lama

Di komplek Perpusnas ini ada dua gedung sebetulnya gedung lama dan gedung baru. Saat kita masuk dari gerbang depan dengan berjalan kaki, kita akan masuk lewat depan yang langsung masuk dari gedung lama. Di gedung lama ini berisi beberapa koleksi antik seperti tulisan-tulisan kuno, diorama ruang kerja jaman belanda, sepeda onthel dan showcase lainnya yang berhubungan dengan kepustakaan.


Gedung Baru

Gedung baru ini letaknya persis di belakang gedung lama dan kalau dari pinggir Jalan Medan Merdeka Selatan terlihat menjulang tinggi. Gedung ini memiliki 24 lantai dan basement untuk parkir.

Begitu masuk ke dalamnya, kita langsung melihat koleksi buku yang menjulang dari lantai dasar hinggal lantai 4 (cmiiw). Awalnya saya kira itu buku bohongan, tetapi saat saya buka salah itu dari ribuan buku itu, ternyata buku asli donk yang tersusun dengan rapih.

Gedung ini mempunyai desain arsitektur yang modern. Lokasi gedung ini persis bersebrangan dengan Monas, jadi kalau kita naik ke atas misal Lantai 16, kita bisa mengambil gambar Monas dengan sejajar.

Jam Operasional

Senin – Kamis :08.30 – 18.00 WIB
Jumat : 09.00 – 18.00 WIB
Sabtu – Minggu 09.00 – 16.00 WIB

Registrasi dulu

First of all, kita harus mendaftarkan diri terlebih dahulu menjadi anggota dari Perpusnas ini. Caranya sangat mudah dan gratis, namun perharinya mempunyai kuota 500 pendaftar untuk Senin – Jumat, dan 400 pendaftar untuk Sabtu – Minggu. Ada dua cara untuk mendaftar, yaitu:

1. Online

Sebelum datang ke Perpusnas, kita bisa daftar secara online terlebih dahulu melaui link ini: http://keanggotaan.perpusnas.go.id/Login.aspx

Setelah mengisi data di form tersebut, kita datang ke Lantai 2 Perpusnas untuk melakukan pembuatan kartu setelah mengambil nomor antrian yang diverifikasi dari alamat email yang digunakan saat pendaftaran.

2. Offline/ On the spot

Kita pun bisa mendaftar secara offline atau on the spot dengan menggunakan salah satu komputer pendaftaran yang tersedia. Tidak sampai 5 menit melakukan pendaftaran ini.

Konter pendaftarannya ada 5 dan waktu pelayanannya pun tergolong sangat cepat dari verifikasi identitas, foto sampai kartu kita jadi. Kalau saya tidak salah waktu di konter itu 5 menitan!

Setelah jadi, kartu itu digunakan untuk masuk ke ruang baca atau untuk meminjam buku-buku yang tersedia.


Berkunjung ke Lantai Koleksi Buku Mancanegara

Dari 24 lantai yang tertera di depan lift, ada beberapa lantai yang menarik perhatian saya dan salah satunya lantai 16 yang berisi koleksi buku mancanegara.

Di lantai ini kita bisa menemukan koleksi buku yang disusun berdasarkan asal buku dan juga region yang dibahas oleh buku. Sepenglihatan saya sih bukunya berbahasa inggris semua (namanya juga buku mancanegara, mas). Kebetulan saya menemukan buku arsitektur Asia di kolom buku-buku yang membahas tentang Asia. Ruangan untuk membacanya pun cukup luas dan sangat tenang. Cocok untuk yang ingin membaca dengan tenang dan tidak suka dengan kebisingan atau mengerjakan sesuatu dengan tenang. Cheers!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *