Ngomongin soal kamera, setiap orang pasti memiliki preference masing-masing. Buat gue sendiri kalau kamera DSLR tetep suka pakai Canon EOS walau tak memungkiri Nikon juga memiliki kualitas yang baik. Nah khususnya kamera mirrorless yang gue pegang hampir dua tahun belakangan ini, kebetulan gue pakai Fujifilm X-M1 sebuah kamera compact yang berukuran kecil namun kualitas gambar yang dihasilkannya cukup memuaskan.

Karena suatu hal, gue memutuskan ingin menjual kamera lama gue ini, dan beli kamera mirrorless yang sedikit lebih “advance”. Akhirnya gue googling untuk mencari-cari alternatif kamera yang akan gue pilih nanti. Beberapa pilihan gue diantaranya:

1. Olympus OMD E-M10 Mark II

Gara-gara baca postingannya MasGung tentang review kamera Olympusnya, dan kebetulan gue pernah nyobain sendiri seperti apa performa dan kualitas gambar yang dihasilkan oleh Olympus E-M10 Mark II beberapa waktu lalu cukup membuat gue menjadikan kamera ini sebagai salah satu kandidat utama calon kamera baru gue. Kamera ini rilis sekitar tahun 2015 jadi dari segi umur sudah cukup “dated” juga, but the function is good enough.

  • 16MP Four Thirds Live MOS sensor
  • TruePic VII processor
  • 5-axis image stabilization
  • 2.36M-dot OLED EVF
  • Tilting 3″ touchscreen LCD
  • 1080/60p video
  • 4K time-lapse mode
  • Wi-Fi
  • Optional grip

Source dpreview.com

Dari beberapa artikel yang sempet gue baca mulai dari DPreview, dan lainnya, kamera ini memiliki spesifikasi yang cukup oke buat gue pakai untuk traveling dan juga streetphotography. Dari segi harga, bener apa kata Masgung mending kita ambil yang Mark II dan sisa budgetnya bisa dipakai buat beli lensa lagi.

Score : 4/5

2. Fujifilm X-T10 / X-T1

Dasar fujiguys yang sudah pernah merasakan pengalaman memakai kamera Fujifilm selama 2 tahun lebih tetep nyari kandidat utama pengganti dari Fujifilm juga. Walaupun kedua kamera ini sudah agak “berumur” seperti Olympus E-M10 dimana X-T1 rilis tahun 2014 dan X-T10 rilis tahun 2015, namun keduanya masih menarik bagi saya karena fiturnya yang tergolong masih cukup mumpuni untuk kebutuhan gue. Dan yang terpenting keduanya memiliki electronic viewfinder yang cukup tajam, karena gue lebih seneng memotret melalui viewfinder yang posisinya mirip-mirip Canon DSLR gue sebelumnya.

Fujifilm X-T10

  • 16MP X-Trans CMOS II APS-C sensor
  • EXR Processor II
  • ISO 200-6400, plus 100 – 51200 expanded (JPEG only)
  • 2.36M dot OLED electronic viewfinder with 0.62x (equiv.) magnification
  • 3″ 920k dot tilting LCD
  • 7 programmable function buttons
  • Digital Split Image and Focus Highlight Peaking
  • New zone AF in AF-S/AF-C; wide (tracking) for AF-C; Eye Detection
  • Full HD movie recording (1080/60p, 36Mbps bitrate), with built-in stereo microphone
  • Built-in pop-up flash
  • Wi-Fi connectivity with remote control from a smartphone or tablet
  • Magnesium alloy body

Fujifilm X-T1

  • 16MP X-Trans CMOS II sensor
  • EXR Processor II
  • Weather-resistant body
  • ISO 200-6400, plus 100 – 51200 expanded (JPEG only)
  • 2.36M dot OLED electronic viewfinder with 0.77x (equiv.) magnification
  • ‘Dual view’ in EVF shows regular view and focus peaking/digital split image at the same time
  • Top-plate ISO, shutter speed, exposure compensation, drive mode and metering controls
  • Six programmable function buttons
  • 3.0″ 1.04M dot 3:2 tilting LCD
  • 8 fps continuous shooting with continuous AF (3 fps with live view)
  • Built-in Wi-Fi including remote control from a smartphone or tablet
  • Full HD movie recording (1080/60p, 36Mbps bitrate), with built-in stereo microphone
  • Clip-on external flash (included)
  • Optional battery grip

Perbedaan keduanya secara sekilas mungkin tidak terlalu jauh, bisa dibilang X-T10 itu adiknya X-T1. Si kamera X-T10 ini untuk harga secondnya lebih terjangkau dibandingkan X-T1 tentunya, dan selain itu di X-T10 sudah ada fitur camera control lewat handphone/ gadget via WiFi yang mana fitur ini belum ada di X-T1 jadi setidaknya memudahkan kita untuk memotret saat tidak ada orang yang dapat dimintain tolong. Salah satu kelebihan dari X-T1 yaitu kamera ini sudah memiliki fungsi weather shield pada bodynya, tapi fungsi ini tidak terlalu penting buat gue, karena gue bukan fotografer NatGeo, hehe.

Pilihan dari diantara keduanya gue lebih condong ke X-T10. Why?

  • Dimensi dan berat kamera cocok buat dibawa traveling/ hunting
  • Fitur kamera lebih update dan oke untuk daily use atau bahkan weekend use dibandingkan X-T1. Bukan professional camera, tapi berasa professional.
  • Harga lebih murah, untuk secondnya sendiri masih bisa dicari dengan mudah kamera yang masih berkualitas bagus/ grade A dengan harga 7 – 8 jutaan, dimana untuk X-T1 dengan harga segitu rata-rata masih ngejualnya body only.

Score X-T1: 4/5

Score X-T10: 4/5

Source: Dpreview.com

3. Sony A6000

Ini dia salah satu kamera yang hampir ramai dibicarakan orang-orang karena fiturnya yang oke tapi harganya masih terjangkau. Berita baiknya  pihak distributor atau Sony Indonesianya (mungkin) sering menawarkan diskon/ promo-promo yang menarik seperti program cashback yang berlaku di banyak tempat di Indonesia (kayak ngiklan aja gue).

Dari segi fungsionalitas, A6000 ini oke banget untuk dipakai sehari-hari buat ‘nyetrit’ atau acara-acara yang perlu didokumentasiin. Dan dari berbagai review, kualitas video dan autofokus dari A6000 juga lebih unggul. Tapi gue masih kurang sreg dengan posisi viewfinder yang menyamping, agak kurang pas dengan style saya.

Sony A6000 key features 

  • 24.3 megapixel APS-C CMOS sensor
  • Bionz X image processor
  • Hybrid AF system with 25 contrast-detect and 179 phase-detect points
  • Built-in flash + Multi-Interface Shoe
  • 11 fps continuous shooting with subject-tracking
  • 3-inch tilting LCD with 921,600 dots
  • OLED electronic viewfinder with 1.44M dots
  • Diffraction correction, area-specific noise reduction, and detail reproduction technology
  • Full HD video recording at 1080/60p and 24p; clean HDMI output
  • Wi-Fi with NFC capability and downloadable apps

Source dpreview

Conclusion

Dari keempat kamera alternatif diatas, sebenarnya saya mau mengambil Olympus OM-D karena spek dan harganya yang masuk budget. Namun kebetulan ada teman kantor yang menawarkan X-T10 miliknya kepada saya dan ternyata harganya cocok, finally I choose Fujifilm camera again for I used certain year to go and I happy with that!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *