Skytrax Award 2018 kembali diselenggarakan di London, Inggris pada Selasa 17 Juli 2018. Event tahunan yang merilis daftar rangking airline-airline terbaik dunia berdasarkan hasil survei kepada penumpang dari seluruh dunia, menempatkan Singapore Airlines sebagai World Best Airline 2018, menggeser Qatar Airways sebagai pemenang tahun 2017. Hal ini tidak terlepas dari keseriusan maskapai asal Singapura tersebut dalam meningkatkan kualitas layanan kepada penumpangnya dari berbagai aspek terutama dari feature upgrade pada kelas bisnis dan first classnya dan juga ekspansi armada baru seperti Boeing 787-10 dan Airbus A350 XWB.

Berikut daftar 10 besar maskapai terbaik dunia versi Skytrax 2018 :

  1. Singapore Airlines
  2. Qatar Airways
  3. All Nippon Airways
  4. Emirates
  5. EVA Air
  6. Cathay Pacific
  7. Lufthansa
  8. Hainan Airlines
  9. Garuda Indonesia
  10. Thai Airways

Dari ke 10 maskapai terbaik dunia tersebut, ada satu maskapai kebanggan Indonesia, yaitu Garuda Indonesia yang sejak tahun 2016 konsisten merangkak satu tingkat hingga pada tahun 2018 ini menempati posisi 9. Sebuah prestasi yang sangat baik ditengah efisiensi dan kondisi keuangan yang kurang memuaskan akhir-akhir ini.

Ada yang menarik disana, bahwa dari Eropa hanya menempatkan satu perwakilan saja di peringkat 10 besar, yakni Lufthansa (Jerman) dan maskapai Eropa lainnya yang pernah menduduki peringkat 10 besar ini yakni Turkish Airline yang menempati posisi ke-7 pada 2016, sedangkan tidak ada sama sekali maskapai dari USA. Entah apa yang membuat seakan Eropa “kalah” dari Asia, mungkin bisa dipengaruhi oleh faktor attitude “orang” Asia yang ramah sehingga bisa memberikan service lebih baik.

Best Cabin Staff Ke-5 Kalinya

Kita patut berbangga karena Garuda Indonesia menjadi satu-satunya maskapai yang berhasil meraih predikat Best Cabin Staff sebanyak 5 kali secara berturut-turut. sejak tahun 2013. Hal ini menunjukkan konsistensi layanan yang diberikan oleh para awak kabin Garuda kepada penumpangnya di atas pesawat. Walau fasilitas di atas pesawat belum sebaik dan secanggih maskapai lain, namun dalam sisi pelayanan Garuda dapat menjaga kualitas dan performanya sehingga dapat memecahkan rekor penghargaan tersebut.

Garuda’s Flight Attendant with CEO & Director of Service

Untuk meraih hasil gemilang tersebut, Garuda mencapainya dengan kerja keras dan baiknya sistem pengkaderan dan pendidikan awak kabin dimulai dari sekolah FAT (Flight Attendant Training) hingga menjadi FA sungguhan. Untuk melihat bagaimana sistem pendidikan awak kabin Garuda, bisa ditonton reviewnya di Youtube yang dilakukan oleh Youtuber aviasi, Sam Chui disini

Citilink Mulai “Bermain”

Setelah mendapatkan predikat 4-star Low cost airline di awal tahun 2018, kini anak perusahaan maskapai Garuda Indonesia, yaitu Citilink mulai “bermain” di arena World’s Best Low-Cost Airlines 2018 dengan menempati posisi 17 dari 20, serta pada Best Low-Cost Airlines in Asia 2018 menempati peringkat 6 dari 10.  Saya yakin Citilink dapat terus meningkatkan kualitasnya, sama halnya seperti induknya, Garuda Indonesia, agar dapat menjadi LCC namun memiliki service yang melebihi ekspektasi pelanggan. Semoga tahun depan Citilink bisa meraih peringkat lebih baik lagi daripada tahun ini. -mif

One Comment

  • Bangga dengan maskapai Indonesia. Ketika kuliah kami sempat mengidamkan ingin bekerja di Garuda Airlines. Btw, Singapore 1st rank itu juga tidak menyangka. Negara kecil yang maju…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *