Singapura lagi? Ya ini kali ketiga saya liburan ke salah satu negara Macan Asia namun kali ini saya berlibur dengan teman-teman kantor lumayan banyak 6 orang. Liburan kali ini sudah diagendakan jauh-jauh hari, mungkin dari bulan Februari kali ya karena dari semua plan yang paling feasible dan diminati ya ke Singapura. Tak apalah walau sudah pernah dua kali kesana tapi kali ini pasti memiliki pengalaman dan cerita tersendiri.

Holiday Start From the Air

Seperti judul diatas, kami memang sudah merencakan untuk bisa terbang pakai pesawat wide body Airbus A330 karena saya sendiri belum pernah terbang pakai pesawat ini, hehe. Dan kebetulan juga penerbangan Garuda Indonesia GA824 ini merupakan yang paling pagi dari CGK > SIN menggunakan pesawat besar ini dan saya rasa penumpangnya cukup banyak juga karena bertepatan dengan libur sekolah anak-anak. Entah mimpi apa semalam, saya berkesempatan untuk duduk di kelas Bisnis! Sudah naik pesawat wide body duduknya di kelas Bisnis pula, memang betul-betul “holiday start from the air” deh.

 

Business Class yang nyaman banget
Legroom Lebar

Memang beda ya kelas Bisnis itu, kursinya nyaman dan legroom-nya luas banget dan ukuran layar TV-nya pun lebih besar daripada kelas ekonomi. Karena begitu antusias dengan duduk di kelas Bisnis, menjadikan perjalanan 2 jam seakan tidak terasa dan tau-tau Capt. Feby sebagai Pilot in Command pada penerbangan tersebut mengumumkan bahwa pesawat sudah bersiap untuk landing di Singapura. Untuk video flight reviewnya akan menyusul!


Changi Airport – SpacePod@SG

Setelah mendarat di Changi Airport Terminal 3, kami segera keluar ke stasiun MRT di bandara ini. Oh iya, untuk yang ingin beli kartu EZ Link, harga kartunya sendiri S$7 udah terisi saldo S$4, dan kalau mau isi ulang kartu bisa langsung ke mesin isi ulang kartu, bisa pakai cash minimal S$10 atau kartu kredit.

Tempat menginap kami yaitu sebuah hostel di daerah Geylang, namanya SpacePod@SG yang kami temukan dari agoda karena memiliki konsep unik yakni tidur didalam kapsul luar angkasa. Harga booking yang didapatkan sejak 2 bulan lalu ratenya masih IDR 250.000/kapsul. Di hostel ini tidak perlu khawatir tentang tempat penyimpanan barangnya, karena disediakan masing-masing pod satu loker yang muat untuk satu koper kabin dan tempat menyimpan sepatu. Untuk colokan listrik didalam pod hanya ada 2 colokan usb, sedangkan colokan biasa ada di luar pod.

Overall sih dari segi fasilitas udah bagus dengan harga segitu, tapi dari pelayanan ini yang agak kurang menurut saya. Bayangin di sebuah hostel kalau malam sampai pagi jam 9 tidak ada resepsionis atau pegawai hostel yang standby, jadi kalau ada apa-apa agak susah juga.


Bugis dan Sekitarnya

Lanjut ke Bugis untuk makan siang dengan menggunakan MRT, transportasi andalan saya kalau travelling di Singapura. Karena tema jalan kali ini yaitu Halal Traveller jadi sebisa mungkin kami makan di restoran atau tempat makan yang ada logo halalnya. Resto pertama yang disambangi yaitu Nando’s di Bugis Junction. Kalau dilihat sekilas restoran ini berkonsep latin gitu, tapi menu yang disajikannya ngga kayak menu latin (emang tau gitu menu latin yang seperti apa, hehe). Harganya middle up sih, tapi rasanya oke kok. Dan kami ketemu sekeluarga besar dari Indonesia juga yang sedang makan disebelah meja kami.

 

Sehabis makan, kami mengejar waktu Dzuhur di masjid Sultan yang berada tidak jauh dari Bugis Junction, bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 15~20 menitan. Ah betapa kagumnya saya bisa mendengar suara adzan berkumandang di negeri seberang dimana Islam bukan sebagai agama mayoritas dan melihat turis mancanegara ikut mendengarkan kumandang adzan.

Arab Street & Haji Lane

Buat yang udah pernah jalan-jalan ke Singapura pasti tidak asing lagi dengan dua nama jalan kecil yang cukup terkenal ditelinga para turis asing, yaitu Haji Lane dan Arab Street. Jalan kecil ini dikhususkan untuk pejalan kaki dan disisi jalannya dipenuhi oleh toko-toko baik yang menjual makanan maupun barang lainnya. Di Arab Street lebih banyak toko yang menjual aneka makanan timur tengah, sedangkan Haji Lane lebih ke non makanan walau ada beberapa cafe sih. Menurut saya ditempat ini memang instagrammable ya dengan warna bangunannya yang warna warni jadi tidak heran kalau banyak orang silih berganti agar dapat berfoto di spot-spot terbaik di sepanjang jalan Haji Lane dan Arab Street.

Haji Lane
Arab Street

Orchard dan Sekitarnya

Belanja di ION Mall

Sudah cukup berfoto, kita lanjut ke Orchard yang sudah saya kira bakal pada belanja disana. Enaknya di Singapura itu hampir tempat-tempat vital sudah terhubung dengan stasiun MRT, jadi begitu turun kereta kita tinggal jalan sedikit dan sudah masuk kedalam mallnya. ION Mall ini ramah wisatawan karena menyediakan wifi yang free and cukup accessible sangat berguna buat turis seperti saya yang sengaja tidak mengaktifkan paket roaming internasional, hehe.

Saya dan Mas Firman tidak kalah sibuk mencari sepatu sandal Crocs karena diskonnya memang lumayan sih. Hampir disemua toko yang ada di ION mall memasang banner diskon besar-besaran, beberapa item yang kebetulan lagi saya cari di Jakarta ternyata lebih murah disini. Dan akhirnya satu persatu  menenteng plastik belanjaannya masing-masing, dilanjutkan dengan agenda wajib makan eskrim potong yang ada di pedestrian Orchard Rd.

Happy banget pilih sendalnya

Es Krim Potong Orchard

Es krim “Magnolia” atau saya lebih suka menyebutnya Es potong Singapur ini hampir tidak pernah sepi pembeli. Jadi es krim ini dijual diatas semacam sepada motor “Tossa” dan dijajakan oleh seorang “Uncle”. Variasi rasanya bermacam-macam dari vanilla sampai green tea ada, dan harganya pun satu harga yaitu S$1.20 saja atau sekitar Rp.12.500 per potongnya.

Orchard Road Pedestrian

Mandatory photo: Orchard road pedestrian.


Garden by The Bay

Last destination on the first day, melihat pohon avatar di Garden by The Bay. Untuk akses kesini cukup naik MRT Circle Line dan turun di Bayfront lalu dilanjutkan jalan kaki menuju Garden by The Bay. Sebetulnya disini setali tiga uang begitu keluar stasiun, kita bisa pilih mau ke Marina Bay Sands hotel, Garden By The Bay atau ke Marina Bay Sands Shopee. Kebetulan diluar sedang hujan rintik dan kami tidak begitu lama berada di luar dan memutuskan untuk lanjut ke Chinatown.


Chinatown

Last place to visit in the first day, Chinatown. Sebelum kembali ke hostel kami sempatkan dulu menilik Chinatown dimana sebelumnya kami berencana belanja ke Mustafa Center. Tapi sayang di sepanjang street market Chinatown ini sedang ada pekerjaan konstruksi jadi suasana Chinatown yang seperti sebelumnya jadi kurang dapet. Tapi tetep ada saja yang dibeli di Chinatown ini. Untuk kulineran sendiri, bagi temen-temen yang muslim mungkin agak susah menemukan tempat makan yang “aman” karena rata-rata restoran atau hawker disini menyajikan makanan berbahan babi/pork. Buat yang cari suvenir/oleh-oleh buat kerabat di Indonesia, bisa cari beragam suvenir khas Singapur di banyak toko di Chinatown ini karena harganya yang sangat murah jika kita bandingkan dengan harga di Airport. Ada pula toko Tin-Tin yang berisi beragam jenis suvenir mulai dari gantungan kunci, notebook, sampai miniatur Tin-Tin tapi agak mahils.

In the Middle of Chinatown

Sudah cukup berkeliling di Chinatown, akhirnya kami memutuskan pulang ke hostel untuk mempersiapkan tenaga esok hari. See you in the next post!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *