Beberapa waktu belakangan sempat terpikir ingin pindah ke mirrorlessnya Sony A6000, but I think my Fujifilm X-M1 masih cukup oke bagi saya. Dari situ saya terpikirkan untuk membeli lensa prime XF 23mm asli keluaran Fuji tapi harganya engga banget lebih mahal dari kamera saya. Dan yang paling murahnya pun yaitu lensa pancake seri XF 27mm f/2.8 dengan harga sekitar 4 jutaan. Dipikir-pikir buat apa beli lensa kemahalan toh saya juga udah agak jarang foto-foto dan itu bukan profesi utama saya.

Singkat cerita saya iseng kepoin website tokocamzone.com dan nemu sebuah merk lensa bernama 7artisans yang menawarkan lensa-lensa prime dengan harga murah, namun manual/analog. Salah satu yang membuat saya penasaran yaitu lensa 7artisans 25mm f/1.8 yang dibanderol dengan harga Rp. 1.190.000. Saya check review user yang udah pakai di YouTube, dan ketemu beberapa reviewer kamera dan orang-orang yang berkecimpung di fotografi puas dengan hasil dari lensa “murah” ini, dan tanpa ragu-ragu saya memutusakan untuk beli lensa ini di Tokocamzone Kemang.

Body Lensa

Body lensa ini diselimuti dari bahan metal dan berwarna hitam (di boxnya sih ada gambar yang warna silver) dan dimensinya pun tidak terlalu besar. Karena gue masih terbiasa pakai lensa kitnya Fuji (btw harga lensa kit XC16-50mm sekitar 5 juta loh!) jadi butuh sedikit penyesuaian dengan ukuran lensa yang kecil ini.

Untuk setting bukaan / aperture di lensa ini ngga pakai step, jadi kita bisa geser sesuka hati (maybe bisa di f1/10, f/2.1 dll) dan saya kira cocok kalau buat video buat bikin blur effect yang smooth. Tapi ngga jarang ujug-ujug kegeser sendiri karena tidak sengaja salah muter fokus jadi muter bukaan lensa.

(foto added soon)

Setting Kamera

Berhubung ini lensa manual/analog yang tidak ada fitur autofocus (ya iya lah harganya juga cuma berapa) bagi pengguna Fuji harus mensetting kameranya terlebih dahulu dengan mengubah settingan “NO LENS ATTACHED” menjadi On dan focus modenya menjadi Manual. Kenapa harus di setting begitu? Karena pertama, ini lensa bukan dari pabrikan Fuji, dan kedua lensa ini lensa analog yang tidak ada chipnya seperti lensa-lensa Fujinon lainnya, sehingga kita tidak bisa lihat parameter aperture lensa di layar kamera kita.

But it’s doesn’t matter for me, just need a few adaptation. 

Plus Minus

Dari beberapa review di YouTube sebenrnya saya udah dapet gambaran akan plus minusnya lensa ini, dan setelah saya coba sendiri dapat dilihat beberapa plus minus dari lensa ini, diantaranya :

Yay

  • Harga bersahabat, kualitas oke
  • Dimensi kecil, mudah masuk tas kamera
  • Bukaan aperture yang besar, namun bokehnya pun tajam.
  • Enak buat ambil still object dan bikin video

Nay

  • Karena lensa manual harus sabar-sabar nyari fokusnya
  • Ada vignette yang cukup keliatan kalau kita pakai resolusi 3:2 or 16:9 dengan background terang apalagi di bukaan besar
  • Cukup sulit untuk ambil moving object
  • Masih suka lupa mindahin aperture dari kamera (masih kebiasaan)

 Hasil Foto & Video

Beberapa reviewer bahkan ada yang bilang lensa ini wajib dicoba untuk videografer wedding dan most of all mereka memberikan kesan positif untuk lensa ini. Langsung saja kita lihat hasil “tangkapan” dari kamera kesayangan Fujifilm XM-1 x lensa 7artisans 25mm!

Outdoor

Jam Pulang
Mourn’s cat

Foto diatas diambil saat matahari mulai gelap, dan

 


Indoor

Ucing

Night

Stasiun Pocin

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *