Bagi sebagian orang mungkin masih banyak yang ber-mindset “kalau ngurus paspor pasti ribet, mending pake calo aja deh..”. Begitupun beberapa teman saya masih ada yang memilih pakai calo ketimbang mengurus sendiri, tapi setelah saya googling ternyata testimoni orang-orang yang mengurus sendiri paspornya terlihat simple kok. Alhamdulillah saya dari awal mantap meniatkan untuk daftar secara normal tanpa perantara calo (kalau pakai calo bayarnya 2x lipat biaya paspor!) dan pada hari Kamis kemarin saya memperpanjang sendiri serta mengupgrade ke e-passport, gampang banget!

Dokumen yang perlu dipersiapkan untuk memperpanjang paspor yaitu :

  • KTP (dan difotokopi dikertas A4, jangan dipotong)
  • Paspor Lama (dan difotokopi halaman depan & belakang dalam satu lembar)
  • Surat domisili/rekomendasi (surat ini bagi pemohonon yang alamat KTP-nya berada diluar wilayah administratif Kanim dan bisa berupa surat keterangan kerja dari kantor bagi yang bekerja. Cth: KTP Bandung, daftar di Kanim Jakarta)

Untuk permohonan paspor baru beberapa persyaratannya yaitu :

  • KTP*
  • Kartu Keluarga*
  • Akte Kelahiran*
  • Ijazah terakhir*
  • Surat domisili/rekomendasi (sama seperti diatas)

*) Difotokopi dalam kertas A4

Sebelum datang ke imigrasi, kamu harus ikutin langkah-langkah pendaftaran antrian di Kantor Imigrasi (Kanim) yang paling mudah dijangkau dan siapin beberapa dokumen pendukungnya. Berikut langkah-langkah mudah untuk perpanjang/membuat paspor:

Pendaftaraan

1. Daftar antrian via aplikasi atau website imigrasi (https://antrian.imigrasi.go.id/)

Pastikan kamu sudah terdaftar dan memiliki akun imigrasi. Akun ini sama kok untuk dipakai di apps maupun di website.

2. Pilih Kanim yang anda inginkan.

Tidak semua Kanim memiliki kuota yang sama, beberapa Kanim favorit seperti Kanim Jakarta Selatan dan Bandara Soekarno-Hatta memiliki kuota yang cepat habis karena diserbu pemohon paspor dari berbagai wilayah, jadi triknya harus cepat book di awal bulan.

 

3. Setelah memilih Kanim yang diinginkan, jangan lupa print Bukti Layanan Paspor yang berbentuk pdf dan ada QR codenya sebagai bukti pada saat check-in.

Hari H Permohonan

Di hari H permohonan lebih baik datang lebih awal at least 30 menit sebelum waktu yang ditentukan. Namun di beberapa Kanim/Unit Layanan Paspor (ULP) yang berkapasitas pas-pasan kita hanya diperbolehkan masuk sesuai jam nya. Tapi kemarin saya di Kanim Jakarta Selatan, saya “check-in” di check-in counter 30 menit earlier. Dokumen yang diserahkan di sini yaitu :

  • Fotocopy KTP
  • Fotocopy Paspor
  • Paspor asli
  • Bukti Antrian

Nanti dokumen tersebut akan disusun disebuah map kuning dan juga ditempel nomor antrian. Bagi yang ingin perpanjang paspor tidak perlu mengisi formulir apapun. Setelah itu kita tinggal duduk menunggu nomor antrian kita dipanggil. Di Kanim Jakarta Selatan saya rasa sudah well organized & well managed, ada sekitar 12 konter (atau bahkan lebih) dan sangat mudah petunjuknya. Saat dipanggil, proses didalam pun sekarang sangat sangat efektif & efisien, one stop service mulai dari document check, foto, input sidik jari, hingga wawancara tidak memakan waktu sampai 15 menit!

Suasana di Kanim Jakarta Selatan

Setelah selesai itu semua kita akan diberikan selembar kertas yang dipakai untuk pembayaran dan pengambilan paspor. Oh iya paspor akan jadi dalam waktu 7 hari kerja setelah pembayaran. Untuk harga sendiri bedanya cukup banyak loh.

  • Paspor biasa : Rp. 355.000,00
  • E-paspor : Rp. 655.000,00

Lumayan kan bedanya, kalau bingung harus pilih yang mana itu balik lagi sesuai kebutuhan masing-masing. Cuma e-paspor punya kelebihan seperti bebas visa selama 15 hari (kalau tidak salah) bagi yang ingin wisata ke Jepang,  dan Korea Selatan rencananya akan mengikuti juga.

Sekian yang bisa saya share saat ini, kalau ada yang punya pengalaman serupa boleh share juga ya!

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *