Alhamdulillah setelah sempat tertunda setahun akibat peningkatan aktivitas Gunung Agung saya dan keluarga bisa berangkat ke Lombok. Perjalanan kali ini sebetulnya “nemenin” Papa saya yang ikut acara lari Lombok Marathon 2017 yang sebelumnya dilaksanakan pada Desember kemarin, namun karena Gunung Agung di Bali sempat mengeluarkan abu vulkanik yang dapat membahayakan keselamatan akhirnya di tunda hingga akhir Januari 2018.

Kami berangkat menggunakan penerbangan pertama dari Jakarta dan sampai di Bandara Internasional Lombok sekitar pukul 9.00 WITA, dan perjalanan kali ini kami menyewa sebuah mobil lepas kunci selama tiga hari dengan pertimbangan agar lebih leluasa bepergian.

nyetir di lombok

Sebelum bepergian saya sudah menandai tempat-tempat yang ingin dikunjungi pada Google Maps setelah bertanya pada teman yang baru liburan ke Lombok juga dan hasil dari googling sehingga udah punya gambaran bakal kemana aja rute perjalanannya.

Pantai Mawun

Destinasi saya yang pertama yaitu Pantai Mawun. Sebetulnya tidak ada rencana ke sini kalau tidak disebabkan tersasar. Jadi singkat cerita tujuan awal kami yaitu ke Pantai Mandalika, namun setelah sampai kesana mobil tidak diperkenankan berhenti di sepanjang garis Pantai Mandalika sebab lagi ada konstruksi. Jadi di area Pantai Mandalika ini sedang dibangun beberapa tempat seperti Masjid Raya Mandalika dan tempat-tempat singgah di area pantai. Setelah keluar area Mandalika, kami sempat berhenti bertanya jalan pada warga lokal, hingga akhirnya diputuskan untuk menuju Pantai Mawun.

Perjalanan ke Pantai Mawun cukup jauh sebetulnya dan jalannya pun lumayan berkelok, namun karena di Lombok memang cenderung sepi kendaraan jadi bisa kami tempuh dalam kurun waktu 30~45 menitan dari pantai Mandalika. Jalan menuju pantai ini lumayan seru sih mulai dari perbukitan, perkampungan hingga mencapai pantai itu sendiri dan dapat kita jumpai wisatawan dari barat yang lalu lalang pakai motor matic.

Sesampainya di pantai ini yang pertama saya ingat yaitu Crystal Bay di Bali karena diapit oleh dua bukit. Pantai ini masih bersih dan saat saya berkunjung sedang sepi. Hal terbaik yang saya lakukan yaitu foto-foto dengan keluarga serta selonjoran di kursi pinggir pantai sambil menikmati angin sepoi-sepoi dengan menyeruput es kelapa. Namun yang saya sesali yaitu banyaknya anjing-anjing liar disini jadi agak risih karena kalau sampai terkena liurnya kan agak repot juga membersihkannya.

Pantai Mawun

Lanjut dari Pantai Mawun kami menuju kota Mataram untuk mengambil race pack Lombok Marathon 2017 yang diselenggarakan hari Minggu nya. Dan sekali lagi saya senang nyetir di Lombok ini karena jalanannya bagus dan masih relatif sepi kendaraan.

Lombok Marathon

Event lari yang bertaraf internasional ini diselenggarakan dari Senggigi – Ampenan – Mataram. Runner yang berpartisipasi pun cukup banyak baik dari dalam dan luar negeri dengan berbagai pilihan kategori 5k, 10k, Half Marathon dan Full Marathon, dan kebetulan Papah saya mengikuti yang 10k. Seperti acara lari-lari biasanya, start dimulai dari pukul 6 pagi dan finish sekitar pukul 8 yang bertempat di kantor Gubernur NTB. Kalau lihat berita acara Lombok Marathon 2017 tidak berjalan mulus karena sempat diakhiri dengan sedikit kericuhan gara-gara masalah pembagian medali. Agak aneh juga sih mendengar infonya karena medali tidak dibagikan ke semua peserta lari (padahal biaya daftarnya cukup mahal).

Musim Durian

Buat penyuka durian pasti lagi seneng nih bulan-bulan ini karena disejumlah tempat sedang musim durian. Niat awal jalan-jalan ke utara Lombok, namun tiba-tiba agak nyasar melewati hutan-hutan yang didalamnya banyak kera liar kalau pagi sampai sore turun ke jalan untuk mencari makan.

Yang agak mengherankan ternyata ditengah-tengah melewati hutan ini tiba-tiba kami melewati wilayah yang menjual durian dipinggir jalan, dan kami menghampiri salah satunya. Bayangkan satu buah durian manis berukuran sedang hanya seharga Rp.40.000!! Kami cukup makan 2 buah durian saja yang penting memuaskan hasrat akan duren, hehe.

Pusat Oleh-Oleh Khas Lombok

Lombok punya beberepa pusat oleh-oleh yang jual makanan khas seperti dodol rumput laut, lalu ada perhiasan yang terbuat dari mutiara yang bisa dengan mudah kita temukan di pusat kota Mataram.

Pusat oleh-oleh yang kami singgahi yaitu Sasaku Lombok, mirip-mirip Krisna di Bali sih menurutku dimana berkonsep one stop souvenir shop yang menjual bermacam-macam suvenir untuk oleh-oleh mulai dari kaos, tas, makanan, hingga mutiara yang berharga jutaan rupiah.

Pantai Senggigi

Siapa sih yang tak kenal sama Pantai Senggigi? Salah satu objek wisata yang tersohor di Pulau Lombok berada di kawasan Lombok Utara Regency memiliki view langsung ke Gunung Agung yang pada bulan Desember 2017 mengalami erupsi.

Pantai Senggigi cukup bersih pantainya, dan beberapa hotel yang terletak di pinggir pantai seperti Kila Senggigi punya private beach yang khusus untuk tamu hotelnya.

Transportasi

Buat yang ingin jalan-jalan di Lombok, saya saranin buat menyewa kendaraan baik sepeda motor atau mobil, atau juga ikut paket tour, karena agak susah kalau mengandalkan transportasi umum selain taksi.

Saya dan sekeluarga kemarin memilih untuk menyewa unit mobil lepas kunci agar bisa lebih leluasa apabila ingin bepergian (for contact, ask me ya).

Ya, itulah cerita singkat liburan saya sekeluarga di Lombok. Sebenernya masih ada banyak tempat yang ingin dikunjungi sih tapi karena keterbatasan waktu mungkin bisa dikunjungi lain waktu. Have a nice day!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *