Akhirnya setelah sekian belas tahun, saya kembali lagi ke Kota Solo! Ya kalau tidak ada acara kemarin sepertinya saya belum menyentuh tanah Solo lagi. Jadi ceritanya temen sekantor saya, Mas Firman mengadakan hajatan “Unduh Mantu” di tempatnya yaitu di Karanganyar, di luar Kota Solo dan hampir semua unit kami berangkat kesana, berikut ceritanya:

1. Keberangkatan menuju Solo

Berhubung kantor kami di komplek bandara Soetta jadi kami cukup santai untuk berangkat ke Terminal. Dikarenakan anak-anak baru belum dapat tiket konsesi, terpaksai kami menggunakan low cost carrier “singa merah” yang memberikan harga ‘terbaik’ buat kami disaat rekan-rekan lain bisa naik Garuda dengan separuh harga tiket PP kami. Untung pada hari itu, yaitu hari Jumat sore pesawat kami tidak delay terlalu lama namun begitu masuk pesawat keadannya gelap gulita karena belum dinyalain mesin pesawatnya (entah, tidak habis pikir). Begitu sudah take-off langsung tidur dengan pulas.

Suara kapten dari kokpit membangunkan saya dan begitu lihat keluar jendela kami sudah berada di atas langit Solo, namun diujung announcement kapten bilang kalau landasan Bandara Adi Soemarmo ditutup selama 20 menit karena sedang digunakan latihan oleh TNI AU (iyalah wong  bandaranya punya militer jadi punya kewenangan), lanjut lagi tidurnya. Dan begitu bangun, pesawat sudah dalam posisi siap landing dan jujur ini salah satu landing ter-ngeri yang pernah saya rasakan!

2. Makan Malam di Tiga Tjeret

Sesampainya di Bandara Adi Sumarmo, ketiga rekan kami Mas Anom, Mas Adrian dan Pak Ary sudah menunggu sejak maghrib disana dan mobil rental pun telah siap kami gunakan. Karena saya paling muda ya mau tidak mau yang nyupirin deh, hehe. Untungnya berkat Google Maps dan Mba Dita yang asli Karanganyar, bisa menunjukkan jalan malam ini walau sempat sedikit salah belok. Akhirnya kami sampai di Cafe Tiga Tjeret. Menurut saya ini bukan cafe biasa, tapi lebih seperti angkringan yang dikemas secara modern.

Disini kita disuguhkan banyak pilihan makanan seperti sate paru, telor puyuh, empal dan tidak ketinggalan nasi kucing yang merupakan ciri khasnya sebuah angkringan. Harganya tidak terlalu ‘menguras’ dompet dan cukup terjangkau. Saat sedang makan, tiba-tiba Capt. Okky bosnya Mas Firman datang ikut makan dengan kami. Kami duduk diluar sehingga udara malam di Solo yang cukup dingin membuat saya serasa berada di Bandung.

3. Unduh Mantu

Unduh mantu yaitu adat di tanah Jawa sebagai simbol anak laki-laki telah resmi menikah dan diperkenalkan ke keluarga besar mempelai pria. Yang unik di tanah Solo ini saat acara dimulai, setiap tamu dipersilahkan untuk langsung duduk di kursinya masing-masing, lalu setelah acara dibuka, sesaat kemudian pasukan pembawa minuman dan makanan akan membagikan ke tiap-tiap tamu undangan dengan berbagai jenis makanan dimulai dari makanan pembuka/appetizer, main course, and dessert. Dari ceritanya, konsep seperti ini yaitu menghargai tamu dan juga kalau makan harus sambil duduk.

DV-DOP

Selama acara, dibawakan dengan bahasa jawa yang halus jangankan saya, teman saya yang asli Karanganyar pun tidak begitu paham apa yang sedang dibicarakan oleh MC-nya. Dan sebuah surprise, tiba-tiba Capt. Ary yang baru saja landing pagi tadi sehabis terbang dari Saudi dengan keluarganya datang ke acara ini.

 

4. Es Krim Tentrem

Es krim yang berada di ujung jalan Brigjen Riyadi ini salah satu destinasi kuliner di kota Solo. Es krim dari jaman baheula ini dari segi rasa cukup enak di lidah dan yang sedikit buat aku heran adalah harganya yang relatif murah, apabila kita bandingkan dengan es krim Toko Oen di Semarang maupun es krim Ragusa di Jakarta. Varian es krimnya cukup banyak dan menarik semua, saya pun mencoba beberapa jenis es krimnya yang pada akhirnya kami saling icip-icip satu sama lain.

Masih banyak sebetulnya yang ingin saya ceritakan, tetapi berhubung sudah cukup banyak dan ngantuk juga saya kira cukup sekian. Sampai bertemu pada trip selanjutnya.

Note : Sebenernya saya ke Solo sudah dari berminggu-minggu yang lalu, tapi karena kesibukan jadi tertunda tulisan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *