Nobun, kependekan dari “No Buntut” (nama yang dikasih dari adik saya). Seperti namanya, dia terlahir tanpa buntut seperti kembarannya yang lain dan dia bukan keturunan kucing persia, anggora atau kucing mahal lainnya, dia hanya seorang kucing kampung biasa. Oh ya, dia satu dari 4 bersaudara, namun setelah berumur sekitar satu bulan lebih, ketiga saudara kembarnya hilang entah kemana dan Nobun pun tau-tau pulang dengan kondisi yang cukup memprihatinkan, dimana mata belekan, kaki kirinya luka parah seperti patah tulang dan berdarah-darah. Sekarang kondisinya udah cukup baik setelah dirawat sama Ibu dan adik saya.

Dia ini anak dari kucing yang udah lama banget suka main di halaman rumah, SiPut (Si Putih) namanya, keluarga saya memang tidak memelihara kucing tapi selalu ada kucing yang main ke rumah untuk minta makan, melahirkan bahkan “kawin”. Kalau dilihat dari kucing-kucing yang ada di rumah saya sejak jaman SMA sampai sekarang, hampir punya garis keturunan yang sama dan tiap keturunan pasti ada yang singgah di rumah saya. Induknya dari Nobun sendiri dulu lahir dan besar di rumah saya dari jaman saya kuliah dulu dan sampai sekarang udah jadi “emak-emak” yang punya rasa kasih sayang “lebih” ke Nobun ini.

Kucing ini memang binatang peliharaan yang menggemaskan, apalagi waktu mereka masih kecil yang selalu berlarian kesana kemari sama kembarannya. Kalau kucing melahirkan hampir selalu kembar lebih dari dua, makanya halaman depan rumah saya sering jadi berantakan kalau si kucing-kucing kecil ini bermain disana, tapi kami senang bisa melihat mereka bahagia (jadi sedih inget anak-anak kucing yang lucu-lucu kini pada hilang entah kemana) dan tiap saya pulang, tidak jarang saya berdiam diri di teras rumah hanya untuk memperhatikan kucing-kucing ini beraktifitas. Miss you all..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *