Ruang Kelas International – C314, 2014.

Teringat pada masa akhir kuliah di kelas ini, sempat saya melamun tentang masa depan ditengah pusingnya mikir gimana masa depan saya setelah lulus dari bangku kuliah, “pengen rasanya suatu saat bisa kerja di airline, di Garuda Indonesia”.

Bekerja memang tujuan hampir semua orang setelah lulus dari bangku kuliah / sekolah menengah selain melanjutkan pendidikan atau membuka usaha sendiri. Saya sendiri termasuk orang yang memilih untuk langsung bekerja dahulu. Bukan tidak ingin melanjutkan studi master, namun saya pribadi ingin mengambil master nanti setelah ketemu passion saya dimana sehingga tidak salah pilih. Sebab mumet juga 16 tahun full belajar, kapan BEP-nya? hehe

Melamar sana sini, ditolak sana sini

Saya kira dulu dengan CV saya yang kumplit dengan pengalaman organisasi dan beberapa prestasi yang pernah saya dapatkan semasa kuliah akan membuat kita mudah mendapatkan pekerjaan. Ternyata tidak seperti yang dipikirikan, walau CV saya terbilang bagus (menurut saya loh!), tetapi dari sekian banyak perusahaan yang saya apply baik dari jobfair, jobstreet, jobsdb, maupun website official rekrutment perusahaan dikit sekali yang memanggil saya. Sampai jobfair yang diluar kota pun saya datangi, dan antrinya mengular pula sampai keluar gedung. Ternyata banyak sekali saingan saya di luar sana. Sedih dan gundah rasanya.

antri masuk jobfair
antri masuk jobfair

Di saat yang sama, teman-teman saya banyak yang di panggil tes di sana sini, contohnya saya juga lamar XL dan GA, tapi dua-duanya tidak ada yang memanggil even untuk psikotest aja. Saya masih mondar mandir kampus sambil berharap ada yang memanggil by call or email. Dosen pembimbing saya pun telah membantu dengan menghubungi teman-temannya yang ada di beberapa perusahaan yang sudah memiliki posisi untuk membantu “menitipkan” CV saya dan beberapa teman saya, namun tetap nihil.

Drop? Tidak, justru saya makin gencar “CV spamming” dan juga beribadahnya di tingkatkan. Perubahan terjadi semenjak saya membaca bukunya Ust. Yusuf Mansur yang menganjurkan untuk solat Dhuha minimal 4 rakaat dan lihat hasilnya (bukannya riya ya, tapi sebagai bukti dari kekuatan solat Dhuha yang luar biasa).

Panggilan datang

Setelah libur lebaran telah usai, beberapa panggilan interview mulai datang melalui email saya. Rasanya sumringah apalagi dipanggil sebuah perusahaan besar, yang pastinya mengharap gaji yang besar juga donk (namanya juga mahasiswa awam hehe). Waktu itu saya dipanggil oleh Epson, tempat kerja saya sekarang. Cikarang, tempat yang belom pernah saya sambangi, dengar Cikarang yang langsung terbayang adalah kota industri yang panas dan pengap, banyak truk-truk besar di dalamnya. Bacanya aja udah males kan? sama! Tapi ini kesempatan emas, interview user pula, bismillah deh. Setelah melewati proses seleksi (Interview user -> interview GM -> Psikotes -> Medical Check up -> Offering) akhirnya saya diterima bekerja di sini sebagai Process Engineer. Alhamdulilah.

Lika-liku bekerja

Bekerja itu ternyata tidak seenak masa kuliah. Kita terikat waktu yang sudah diatur, masuk jam 7.30 pulang jam 16.30. Kerja pakai seragam, harus cekatan dan ini dan itu. Masa-masa awal bekerja, kira-kira di bulan pertama itu merupakan masa sulit saya. Transisi dari dunia kuliah ke dunia kerja (apalagi di pabrik) itu kondisinya hampir 180 derajat. Walau dulu saya menjadi asisten laboratorium Sistem Produksi dan Otomasi dan Tugas Akhir saya juga tentang otomasi di pabrik manufaktur, namun kondisinya memang sangat berbeda.

Dimarahin bos, dimarahin supervisor produksi, pusing harus gimana lagi. Belum satu bulan kerja, sudah terpikir oleh saya untuk resign saja daripada saya stres dengan kerjaan yang “ngga” jelas juga, gumam saya waktu itu. Saya buka lagi jobstreet dan kirim-kirim CV lagi ingin mencari tempat yang “cocok” dengan saya. Namun saya tiba-tiba dipanggil bos saya (Pak Zainuri, bos pertama yang baik banget!) dan dimotivasi oleh beliau, sehingga secara perlahan saya bisa menemukan ritme kerja dan hingga diangkat menjadi karyawan permanen 🙂

Menemukan sebuah pencerahan

“Anggap pekerjaan mu penting, maka kamu akan bekerja dengan sungguh-sungguh walau hanya pekerjaan sederhana”. Penggalan kalimat itu pernah saya baca entah dari mana sumbernya, yang pasti saya baca saat saya dalam kondisi down. Kenapa kok down? Karena waktu itu saya ditinggal bos dan rekan kerja saya yang pergi ke Jepang, sehingga saya dan sisa tim saya “dititipkan” ke bos sebelah, yang waktu itu membuat kondisi tim sedikit tergoyahkan. Tim kami bekerja tidak seperti job desc awal, malah melenceng cukup jauh bahkan berapa kali saya pernah kena omel.

Hingga pada suatu sore, hp saya berdering ada pesan WhatsApp dari ayah saya. Isinya tentang berita rekruitasi dari Garuda Indonesia, setelah saya baca persyaratan dan job scopenya cocok dengan saya tidak perlu berpikir panjang langsung saya apply. Mungkin ini jalan saya untuk meraih pekerjaan yang dulu pernah saya impikan. Mungkin.

Dreams come true!

After waiting for a veeeery looong time, the announcement has come! Proses seleksi yang begitu ketat, dengan kandidat yang banyak dan mereka sangat berkompetensi banyak yang menurut saya lebih bagus dari saya dan juga latar pendidikannya tinggi (sudah ada yang S2 dari luar negeri pula). Namun pada akhirnya memang harus ada yang keluar dan lanjut proses seleksi. Alhamdulilah saya masih bisa lanjut hingga tahap terakhir, yaitu Pantukhir (Pantauan Akhir/Penentuan Akhir). Dan dari Pantuhir saya dinyatakan lulus!

Notes
Daftar “Blast” CV

Kamis, 25 Agustus 2016 saya teken kontrak bersama Garuda Indonesia dengan posisi yang saya idamkan juga, sebuah mukjizat dan rezeki yang luar biasa dari Allah SWT. Puji syukur saya ucapkan karena sebuah mimpi saya bisa terwujud setelah melalui proses yang panjang berliku-liku, namun memberikan saya banyak arti dan pembelajaran.

Semoga di tempat baru saya nanti, saya bisa memberikan kontribusi yang maksimal, bekerja ikhlas & tuntas dan dapat diangkat menjadi karyawan tetap juga! Amiin

Jangan lelah berjuang, nikmati setiap proses yang sedang terjadi, ambil pelajaran dari sana. Don’t let your dream away!

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *