Akhir pekan rasanya sangat disayangkan kalau hanya leha-leha di rumah saja. Kebetulan hari Sabtu ini saya tidak pulang ke Bandung dan berniat mengunjungi suatu tempat unik. Seperti biasa, berbekal perlengkapan seperti power bank dan kamera Fujifilm X-M1 langsung saja saya menuju ke Museum Nasional menggunakan busway. Check it out!

“A museum (/mjuˈziːəm/; myoo-zee-um) is an institution that cares for (conserves) a collection of artifacts and other objects of artistic, cultural, historical, or scientific importance and some public museums makes them available for public viewing through exhibits that may be permanent or temporary”- Wikipedia.com

Mungkin sebagian orang kalau mendengar kata “museum” yang terbayangkan di benaknya yaitu suatu tempat yang mungkin berada di urutan paling bawah yang ingin dikunjungi. Begitu pun dengan saya hingga akhirnya mengunjungi sebuah museum yang ternyata modern dan desainnya pun menarik minat orang untuk berkunjung, yaitu Museum Nasional.

Museum Nasional terletak di ibu kota Jakarta, tepatnya di Jalan Medan Merdeka Barat no.12 dan akses menuju museum ini terbilang sangat mudah apalagi bagi pengguna bus Transjakarta cukup turun di halte Monumen Nasional dan tinggal menyebrang jalan. Untuk bisa masuk ke museum ini tidak perlu membayar sepeser pun, cukup dengan mengisi buku tamu kita dapat langsung masuk untuk melihat-lihat koleksi yang ada di museum ini.

Museum Nasional sendiri mempunyai dua gedung, yaitu gedung lama dan gedung baru.

Gedung Lama

Di gedung lama ini banyak berisi dengan koleksi arca-arca peninggalan kerajaan yang pernah ada di tanah air, baik kerajaan hindu dan budha. Ukurannya pun beragam mulai dari arca kecil hingga yang berukuran sangat besar. Selain koleksi arca, terdapat pula koleksi keramik yang didatangkan dari berbagai negara yang pernah singgah di Indonesia, seperti Tiongkok, Vietnam dan negara-negara Indocina lainnya. Ada pula koleksi barang-barang “keramat” seperti patung dewa yang berasal dari suku-suku pedalaman Papua, rumah adat dari beberapa daerah nusantara, alat musik tradisional seperti gamelan/gending Jawa dan juga ruang visual yang menampilkan film berisi asal mula benda bersejarah koleksi museum ini.

Perahu Kayu Suku Asmat
Perahu Kayu Suku Asmat
Gamelan
Gamelan
Koleksi Keramik
Koleksi Keramik

Gedung Baru

Gedung baru yang terdiri dari 4 lantai berisi barang-barang yang ukurannya relatif lebih kecil dan lebih bernilai. Selain itu gedung baru ini di desain semodern mungkin sehingga meninggalkan kesan museum yang kuno, selain itu juga terdapat convention room yang berfungsi untuk acara-acara seremoni. Berikut ringkasan dari tiap-tiap lantai di gedung baru ini:

Lantai 1

Lantai satu ini menceritakan tentang masa purba di Indonesia, pengunjung dapat melihat diorama manusia purba, gading gajah purba dan membaca cerita zaman purba yang ditempel di dinding.

DSCF0953
Histori Manusia Purba

Lantai 2

Di lantai dua ini bertema “Ilmu Pengetahuan dan Teknologi” berisi koleksi barang-barang peninggalan yang berkenaan dengan iptek di masa lampau seperti navigasi kapal, kendaraan tradisional seperti delman, sepeda hingga kapal kayu.

Prasasti Telapak kaki Raja Purnawarman
Prasasti Telapak kaki Raja Purnawarman
Navigasi Laut
Navigasi Laut
Sepeda Kuno
Sepeda Kuno

Lantai 3

Di lantai tiga ini bertema “Organisasi Sosial” berisi koleksi barang-barang yang bersifat ke daerahan seperti kain songket, miniatur rumah adat dan barang-barang lainnya.

DSCF0946

Kain dari daerah
Kain dari daerah

DSCF0947

Lantai 4

Di lantai paling atas ini terdapat koleksi benda-benda yang terbuat dari emas sehingga pengamanannya cukup ketat dan dilarang memotret di area ini. Menurut sumber (guide museum) semua barang yang terbuat dari emas yang berada di museum ini semuanya terbuat dari emas asli, jadi maklum kalau banyak CCTV dan securitynya lebih “tajam” dibandingkan dengan lantai-lantai lainnya.

Akhir kata, saya simpulkan bahwa Museum Nasional ini yaitu The Uniqueness of Indonesia, karena cerminan keunikan sejarah dan keragaman bangsa kita dapat dilihat sekilas dengan mengitari museum ini. Jadi jangan ragu untuk mengunjungi museum ya!

Gedung Baru Museum

DSCF0923 DSCF0924

Salam #sahabatmuseum

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *