Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur di mana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang – Wikipedia

Begitulah pengertian pasar menurut wikipedia. Beberapa waktu lalu saya sempat membaca artikel mengenai budaya masyarakat kita sekarang yang lebih senang belanja di minimart, supermarket atau hypermart. Hal tersebut mungkin tidak terlepas dari gaya hidup masyarakat perkotaan yang lebih senang berbelanja di tempat yang bersih, nyaman dan rapih. Namun ada sesuatu yang tidak bisa kita dapatkan di supermarket dan pasar, yaitu sebuat “ikatan” antara penjual dan pembeli. Interaksi antara penjual dan pembeli ini biasanya dapat membentuk suatu hubungan saling percaya apabila sering berbelanja ditempatnya. Selain itu, kita pun turut membantu sesama dalam menafkahi hidupnya dan mengapresiasi orang yang mau berusaha/berdagang ketimbang yang hanya mengemis atau meminta-minta saja.

 

Suatu ketika saya sengaja ikut Eyang saya ke Pasar Santa untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari dan stok bahan masakan untuk beberapa hari kedepan. Pasar Santa yang kini suaranya mulai meluas dikalangan anak muda di sekitar Jakarta karena diatasnya ada beberapa kafe yang biasa digunakan untuk nongkrong-nongkrong ini telah direnovasi hingga akhirnya menjadi pasar Santa yang kita ketahui saat ini.

Di pasar kita bisa menemukan banyak sekali barang-barang pokok mulai dari makanan, pakaian dan kebutuhan yang lainnya. Yang tidak bisa ditemukan di pasar modern yaitu tawar-menawar antara penjual dan pembeli. Asal kita bisa menawar, dijamin berbelanja di pasar kita bisa mendapatkan barang lebih banyak dengan nilai yang sama dibandingkan kita berbelanja di pasar modern.

Mungkin bagi pemerinta daerah sendiri harus mulai memperhatikan kondisi pasar tradisional yang ada di wilayahnya. Sebab pasar merupakan salah satu pusat perekonomian warga, dan jangan sampai warganya tidak ada yang mau berbelanja di pasar lagi karena kondisi pasar yang memprihatinkan sehingga mereka lari ke pasar modern yang notabennya sebagian besar milik asing, yang secara tidak langsung kita turut “memperkaya” bangsa luar daripada memperkaya bangsa sendiri.

Oleh karena itu, ayo kita pasar tidak usah merasa malu atau gengsi demi memajukan perekonomian bangsa!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *