Berjalan kaki menyusuri suatu daerah ternyata memberi suatu pengalaman baru. Hari minggu lalu saya dan kedua sahabat saya berkumpul di markas dan tercetus-lah ide untuk hunting di tempat yang belum pernah kami datangi, yaitu pemukiman pada penduduk di sekitaran sungai Cikapundung – Cihampelas.

Perjalanan dimulai dari gang tepat di seberang Teras Cikapundung yang sedang ngehits itu. Menyusuri gang di pinggir sungai Cikapundung hingga akhirnya menyusuri area pemukiman padat penduduk di wilayah Cihampelas. Untungnya ada mas Adira yang sebelumnya pernah ke daerah sini dan dia menjadi pemandu kami. Kalau disini jangan terlalu berharap pada GPS, karena tidak akan terdeteksi jalan mana yang harus kita lalui, hanya ada dua pilihan bertanya pada warga setempat atau get lost!

Lorong

Bukan hanya ingin mendapat gambar yang menarik, tetapi salah satu inti dari perjalanan ini yaitu membuka mata bahwa jangan hanya membanggakan kota Bandung dengan berbagai hal-hal yang dapat menarik minat kunjungan wisatawan luar kota saja, tetapi kita juga harus memperhatikan bahwa di sekitar kita juga masih ada wilayah yang harus kita bantu atau setidaknya mengembangkan potensi dari daerah tersebut supaya tidak tertinggal.

Di sepanjang jalan sempit di pemukiman padat penduduk ini ada beberapa hal yang membuat saya terkesan! Salah satunya melihat anak-anak yang bermain “kaleci” atau kelereng bersama-sama dan permainan anak-anak lainnya yang saat ini sudah langka kita temui. Selain itu, penduduk di sini banyak yang ramah, setiap kami lewat (karena kami membawa kamera) mereka banyak yang menegur kami seperti ingin minta difoto oleh kami (sudah serasa fotografer beneran saja :)).

Kami sempat ke apartemen The Jardin di Cihampelas yang dulunya yaitu tempat pemandian Cihampelas yang pernah terkenal di era Bandung lama, namun karena minat masyarakat untuk berkunjung kesini sudah sedidkit jadilah tempat tersebut dihancurkan dan dibangun apartemen, miris memang. Setelah itu kami lanjutkan perjalanan hingga menembus Taman Sari, langsung saja kami menuju Taman Film di bawah jembatan layang Pasupati.

The Jarrding

Kami sedikit kecewa disini karena layar lebar yang dulu selalu menayangkan film kini sudah mati, entah rusak atau anggarannya sudah habis, namun hal tersebut bukan menjadi alasan bagi warga Bandung lainnya untuk tetap datang kesini bermain bersama keluarganya.

Taman Film

Dan perjalanan kami hari ini diakhiri dengan makan siang di The Kiosk, Baltos sekalian beristirahat karena lumayan juga total perjalanan ditempuh sekitar 3 jam berjalan kaki. Namun rasa capek terbayar oleh hal-hal baru yang kami dapat dari perjalanan hari ini. Have good weekend!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *